kupu-kupu :)
your life is a choice--what would you choose?
| Gembalaku | 2:38 PM |
|
Filed under:
buahpikiran
|
|
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Mazmur 23:1
Seberapa banyak di antara kita yg ngerti betul akan hal itu? Seringkali semua yg ada di hadapan kita itu terasa begitu berat, ato segitu gampangnya sampe kita meremehkan. Semua yg ada di depan terasa suram, penuh ketdkpastian. Ato malah saking cerahnya, sampe seolah2 semua yg ada di depan itu kita yg nentuin. Bawaannya kuatir mulu, ato malah kebalikannya: terlalu yakin dgn rencananya sendiri.
Ada yg kuatir bsk mau makan apa, kuatir bsk mau pake baju apa, kuatir sekolah lanjut ga lancar, kerja tersendat2, kuatir bsk kenapa2, ga mau keluar rumah kuatir gini-gitu, jadi overprotective, jadi xtra idealis dan xtra perfeksionis, kuatir kuatir kuatir.
Lain ladang lain belalang. Ada yg merasa yakin bgt ama masa depannya, ama apa yg dia punya sekarang. Semua serba terjamin. Mau makan, meja makan dan kulkas berlimpah sampe penuh sesak. Mau pake baju, tinggal masuk mobil jalan ke mall, ke boutique2. Mau sekolah, gampang aja tinggal daftar di sekolah mahal2. Sekolahnya ga mau nerima, tinggal kirim cek. Gampang kan? Overpede overpede overpede.
Mending yg mana? Emg ada yg lebih baik yaa~ kyknya koq ga. Yg kuatir tmbh hari tmbh kuatir, terus berputar2 dlm kekuatirannya dan ga menghasilkan apa2. Stagnant. Ato malah mundur perlahan, akibat ga berani maju dan ga mau maju. Yg overpede, terus overpede ga mau bersandar Tuhan, ambil keputusan sesuka hati. Pd akhirnya begitu terjadi sesuatu, langsung amblas sampe ke dasar2nya. Jatuh. Setali tiga uang.
Menempatkan pikiran emg mesti xtra hati2. Pikiran itu anggota tubuh yg paling sensitif, mesti diarahkan dgn penuh ketekunan, tentunya jg dibimbing Roh Kudus. Yg harus selalu kita inget2, Tuhan adalah gembala kita. Ga seharusnya kita kuatir, krn gembala akan selalu mengawasi, menuntun, memenuhi segala kebutuhan dombanya sekalipun dombanya ga minta.
Di sisi lain, ga seharusnya juga kita jadi overpede ato dgn kata lain "melangkahi" gembala kita. Berjalan sendiri, lari2 ke sana kemari sesuka hati, berlagak seolah kita lebih tau, kita yg bener. Sampe pd saatnya kita jatuh... Baru dehh dada seketika berhenti membusung, leher berhenti kaku, kepala noleh, menatap Tuhan minta diangkat.
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
Kebijakan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah Tuhan
sepanjang masa.
Dr sini aku diingatkan, utk terus percaya dan bersandar Tuhan. Bersandar di sini bukan berarti cuma pasrah; bertopang dagu ongkang2 kaki ga berbuat apa2. Mana bisa kita nunggu semuanya jatuh dr langit? Berdiri dan bertindak donk. Berkat uda tersedia dan siap dipetik, tinggal gmn dan seberapa besar usaha kita memperolehnya. Kesuksesan, kesenangan, mimpi2 terdalam. Dan ketika kita berjalan, berusaha, Tuhan yg meluruskan jalan kita ketika kita tanpa sadar mulai menyerong ato berbelok ke arah yg salah. Dia yg menunjukkan pilihan yg lebih baik, yg seringkali ga kita sadari.
Tuhan adalah gembala kita. Full stop. Itu cukup :)
All the love in the world,
MissRainbowSky
Mazmur 23:1
Seberapa banyak di antara kita yg ngerti betul akan hal itu? Seringkali semua yg ada di hadapan kita itu terasa begitu berat, ato segitu gampangnya sampe kita meremehkan. Semua yg ada di depan terasa suram, penuh ketdkpastian. Ato malah saking cerahnya, sampe seolah2 semua yg ada di depan itu kita yg nentuin. Bawaannya kuatir mulu, ato malah kebalikannya: terlalu yakin dgn rencananya sendiri.
Ada yg kuatir bsk mau makan apa, kuatir bsk mau pake baju apa, kuatir sekolah lanjut ga lancar, kerja tersendat2, kuatir bsk kenapa2, ga mau keluar rumah kuatir gini-gitu, jadi overprotective, jadi xtra idealis dan xtra perfeksionis, kuatir kuatir kuatir.
Lain ladang lain belalang. Ada yg merasa yakin bgt ama masa depannya, ama apa yg dia punya sekarang. Semua serba terjamin. Mau makan, meja makan dan kulkas berlimpah sampe penuh sesak. Mau pake baju, tinggal masuk mobil jalan ke mall, ke boutique2. Mau sekolah, gampang aja tinggal daftar di sekolah mahal2. Sekolahnya ga mau nerima, tinggal kirim cek. Gampang kan? Overpede overpede overpede.
Mending yg mana? Emg ada yg lebih baik yaa~ kyknya koq ga. Yg kuatir tmbh hari tmbh kuatir, terus berputar2 dlm kekuatirannya dan ga menghasilkan apa2. Stagnant. Ato malah mundur perlahan, akibat ga berani maju dan ga mau maju. Yg overpede, terus overpede ga mau bersandar Tuhan, ambil keputusan sesuka hati. Pd akhirnya begitu terjadi sesuatu, langsung amblas sampe ke dasar2nya. Jatuh. Setali tiga uang.
Menempatkan pikiran emg mesti xtra hati2. Pikiran itu anggota tubuh yg paling sensitif, mesti diarahkan dgn penuh ketekunan, tentunya jg dibimbing Roh Kudus. Yg harus selalu kita inget2, Tuhan adalah gembala kita. Ga seharusnya kita kuatir, krn gembala akan selalu mengawasi, menuntun, memenuhi segala kebutuhan dombanya sekalipun dombanya ga minta.
Di sisi lain, ga seharusnya juga kita jadi overpede ato dgn kata lain "melangkahi" gembala kita. Berjalan sendiri, lari2 ke sana kemari sesuka hati, berlagak seolah kita lebih tau, kita yg bener. Sampe pd saatnya kita jatuh... Baru dehh dada seketika berhenti membusung, leher berhenti kaku, kepala noleh, menatap Tuhan minta diangkat.
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu,
itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
Kebijakan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah Tuhan
sepanjang masa.
Dr sini aku diingatkan, utk terus percaya dan bersandar Tuhan. Bersandar di sini bukan berarti cuma pasrah; bertopang dagu ongkang2 kaki ga berbuat apa2. Mana bisa kita nunggu semuanya jatuh dr langit? Berdiri dan bertindak donk. Berkat uda tersedia dan siap dipetik, tinggal gmn dan seberapa besar usaha kita memperolehnya. Kesuksesan, kesenangan, mimpi2 terdalam. Dan ketika kita berjalan, berusaha, Tuhan yg meluruskan jalan kita ketika kita tanpa sadar mulai menyerong ato berbelok ke arah yg salah. Dia yg menunjukkan pilihan yg lebih baik, yg seringkali ga kita sadari.
Tuhan adalah gembala kita. Full stop. Itu cukup :)
All the love in the world,
MissRainbowSky
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Post a Comment