kupu-kupu :)

your life is a choice--what would you choose?

God Has His Own Way 9:16 PM

"When you say a situation or a person is hopeless, you are slamming the door in the face of God."
~ Charles L. Allen.


Ketika kuhadapi kehidupan ini
Jalan mana yang harus kupilih

Kutau ku tak mampu, kutau ku tak sanggup
Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku

Akupun tau ku tak pernah sendiri
Sbab Engkau Allah yang menggendongku
TanganMu membelaiku, cintaMu memuaskanku
Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi

JanjiMu sperti fajar pagi hari yang tiada pernah terlambat bersinar
CintaMu sperti sungai yang mengalir dan kutau betapa dalam kasihMu


Seringkali kita berpikir dan termenung, betapa kehidupan ini penuh dengan ketidakpastian.
Akan jadi apa kita sepuluh tahun lagi,
apa yang akan kita hadapi satu tahun lagi,
akan sepanjang apa rambut kita satu bulan lagi,
apa rencana kita satu minggu lagi,
apa yang akan kita makan besok,
apa yang akan kita lakukan satu jam lagi,
apa nafas kita masih tetap tenang dan teratur satu menit lagi,
apa dunia di sekitar kita masih baik-baik saja tanpa ada peluru melayang satu detik lagi.

Sungguh, kesempurnaan rancangan Tuhan tak terjangkau pikiran kita.
Apa yang kita anggap tidak mungkin,
apa yang kita pandang sebelah mata,
apa yang tak pernah terlintas di pikiran kita,
itulah yang dipakaiNya.
Segala sesuatu yang sederhana di sekitar kita,
itulah yang membuktikan kebesaranNya.

Siapa yang pernah menyangka jalan menuju The First Place of OZ Deteksi Challenge 2k8 akan begitu terbuka lebar dengan tuntunan The Invisible Hand? Semua pertanyaan, tantangan fisik telah didesain dengan hati-hati olehNya untuk kita.

Siapa yang pernah menyangka mendapat berkat diperbolehkan mencicipi seluk-beluk kehidupan sekolah dan aktivitas sehari-hari di Melbourne bersama keluarga angkat bule yang ramah dan memperlakukanmu bak anggota keluarga sendiri?

Siapa yang pernah menyangka mendapat berkat hadiah 2 tiket Mozart's The Magic Flute @ AUD229? Mencolot seratus delapan puluh derajat dari yang awalnya mengantongi tiket di pinggiran balcony @ AUD55 hingga akhirnya berhasil menikmati alunan musik serta tarian lincah Papageno dan Papagena, merasakan pacu detak jantung seraya mengamati perjuangan Pangeran Tamino menemukan Putri Pamina di baris terdepan box.

Siapa yang pernah menyangka mendapat berkat keluarga, teman-teman, guru, kerabat dan kenalan seperti yang ada di hati sekarang? Sungguh indah.

Siapa? Siapa? Siapa?
Aku tidak. Kamu pun tidak. Hanya Ia yang telah merencanakan semuanya.

Permasalahan sepelik apapun, kegundahan semenyayat apapun, ingatlah ada satu yg pasti. Yesus ada di sana, rencanaNya lebih besar dari pergumulan kita. Berdiam diri di hadapanNya, percaya dan berserah. Jangan biarkan kekuatiran menutup pengharapan kita.

Sudahkah kita menyadari betapa indah kasihNya atas hidup masing-masing kita?
Tanpa rasa syukur dan pengenalan akan Dia, hidup kita hanya akan dipenuhi kehampaan.
Datanglah kepadaNya, tanganNya selalu terbuka untuk memeluk setiap kita.

"Faith is taking the first step even when you don't see the whole staircase."
"Faith makes all things possible... Love makes all things beautiful."



All the love in the world,


MissRainbowSky

Kalung Mutiara 6:37 PM

Terinspirasi dari notes seorg kawan :)


Jenny, gadis cantik, kecil berusia 5 tahun, bermata indah. Suatu hari, ketika ia dan ibunya sedang berbelanja bulanan, Jenny melihat sebuah kalung mutiara tiruan. Indah, meskipun harganya cuma 2,5 dolar. Ia sangat ingin memiliki kalung tersebut, dan mulai merengek kepada ibunya. Akhirnya sang Ibu setuju, katanya : "Baiklah, anakku. Tetapi ingatlah bahwa meskipun kalung itu sangat mahal, ibu akan membelikannya untukmu. Nanti, sesampai di rumah, kita buat daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan sebagai gantinya. Dan, biasanya kan Nenek selalu memberimu uang pada hari ulang tahunmu. Itu juga harus kamu berikan kepada Ibu."

"Okay," kata Jenny setuju. Merekapun lalu membeli kalung tersebut.

Setiap hari, Jenny dengan rajin mengerjakan pekerjaan yang ditulis dalam daftar oleh ibunya. Uang yang diberikan oleh Neneknya pada hari ulang tahunnya juga diberikannya kepada Ibunya.

Tidak berapa lama, perjanjiannya dengan Ibunya pun selesai. Ia mulai memakai kalung barunya dengan rasa sangat bangga. Ia pakai kalung itu kemanapun ia pergi. Ke sekolah Taman Kanak-kanaknya, ke gereja, ke supermarket, bermain dan tidur, kecuali mandi. "Nanti lehermu jadi hijau," kata ibunya.

Jenny juga memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya. Setiap menjelang tidur, sang Ayah akan membacakan sebuah buku cerita untuknya. Suatu hari, seusai membacakan cerita, sang Ayah bertanya kepada Jenny : "Jenny, apakah kamu sayang Ayah ?"

"Pasti, 'Yah. Ayah tahu betapa aku menyayangi ayah."

"Kalau kau memang mencintai Ayah, berikanlah kalung mutiaramu pada Ayah."

"Ya, Ayah, jangan kalung ini. Ayah boleh ambil mainanku yang lain. Ayah boleh ambil Rosie, bonekaku yang terbagus. Ayah juga boleh ambil pakaian-pakaianku yang terbaru. Tapi, jangan Ayah ambil kalungku."

"Ya, anakku, tidak apa-apa. Tidurlah." Ayah Jenny lalu mencium keningnya dan pergi, sambil berkata : "Selamat malam, anakku. Semoga mimpi indah."

Seminggu kemudian, setelah membacakan cerita, Ayahnya bertanya lagi : "Jenny, apakah kamu sayang Ayah?"

"Pasti, 'Yah. Ayah kan tahu aku sangat mencintaimu. "

"Kalau begitu, boleh ayah minta kalungmu?"

"Ya, jangan kalungku, dong. Ayah ambil Ribbons, kuda-kudaanku. Ayah masih ingat, kan ? Itu mainan favoritku. Rambutnya panjang, lembut. Ayah bisa memainkan rambutnya, mengepangnya dan sebagainya. Ambillah, 'Yah. Asal Ayah jangan minta kalungku. Ya?"

"Sudahlah, 'Nak. Lupakanlah, " kata sang Ayah.

Beberapa hari setelah itu, Jenny terus berpikir, kenapa ayahnya selalu meminta kalungnya, dan kenapa ayahnya selalu menanyai apakah ia sayang padanya atau tidak.

Beberapa hari kemudian, ketika Ayah Jenny membacakan cerita, Jenny duduk dengan resah. Ketika ayahnya selesai membacakan cerita, dengan bibir bergetar ia mengulurkan tangannya yang mungil kepada ayahnya, sambil berkata : "Ayah, terimalah ini". Ia lepaskan kalung kesayangannya dari genggamannya dan ia melihat dengan penuh kesedihan, kalung tersebut berpindah ke tangan sang Ayah. Dengan satu tangan menggenggam kalung mutiara palsu kesayangan anaknya, tangan yang lainnya mengambil sebuah kotak beludru biru kecil dari kantong bajunya. Di dalam kotak beludru itu terletak seuntai kalung mutiara yang asli, sangat indah dan sangat mahal. Ia telah menyimpannya begitu lama, untuk anak dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anaknya mau melepaskan kalung mutiara plastiknya yang murah, sehingga ia dapat memberikan kepadanya kalung mutiara yang asli.

Begitu pula dengan Bapa di Surga. Seringkali Ia menunggu lama sekali agar kita mau menyerahkan segala milik kita yang palsu dan menukarnya dengan sesuatu yang sangat berharga. Betapa baiknya Allah kita!

Pendeta dan Wanita 9:54 PM

Suatu hari, seorang pendeta dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yg tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk dan tak berdaya utk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tsb. Beberapa saat kemudian, wanita itu menulis puisi spt ini:


Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi utk membicarakan kelaparan saya.

Saya terpenjara ...
dan Anda menyelinap ke kapel utk berdoa bagi kebebasan saya.

Saya telanjang ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya.

Saya sakit ...
dan Anda berlutu menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda.

Saya tidak punya tempat berteduh ...
dan Anda berkhotbah tentang Allah sbg tempat perteduhan abadi.

Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian utk berdoa.

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah;
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian dan kedinginan ...


Puisi ini barangkali membuat wajah kita merah.
Namun bagaimana isi hati Anda yg sesungguhnya, hanya Andalah yg tau.
Tidak perlu memberitau org lain, hanya renungkan sendiri :)



Renungan Harian, 21 Januari 2009

Tantra Totem China 10:40 PM

Terinspirasi oleh e-mail seorg kawan :)
Ada yg penting, ada yg ga penting, ada yg berguna, ada yg *benar2 big SWT* fungsinya bwt pelengkap aja. Silakan direnungkan!




SATU.
Berikan kepada mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.


DUA.
Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai.
Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan mereka akan mejadi sepenting hal lain.


TIGA.

Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,
Habiskan apa yang anda miliki atau tidur semau anda.


EMPAT.

Ketika anda ucapkan, "Aku mencintaimu", seriuslah.


LIMA.

Ketika anda ucapkan, "Maafkan saya", pandang mata orang itu.



ENAM.

Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.



TUJUH.

Percayalah pada cinta padangan pertama.


DELAPAN.

Jangan tertawakan/remehkan impian orang.
Orang yang tidak punya impian adalah miskin.


SEMBILAN.

Cintailah dengan mendalam dan bergairah.
Anda mungkin akan terluka,
tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.



SEPULUH.

Saat terjadi percekcokan/pertengkaran,
Janganlah menyebut nama.



SEBELAS.

Jangan menilai orang berdasarkan dengan siapa mereka berteman.


DUABELAS.

Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.



TIGABELAS.

Ketika seseorang mengajukan pertanyaan,
yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya,

tersenyumlah dan bertanya, "Kenapa anda ingin tahu?"


EMPATBELAS.

Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.


LIMABELAS.

Ucapkan 'berkah bagimu' saat anda mendengar orang bersin.


ENAMBELAS.

Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.



TUJUHBELAS.

Hargai diri sendiri;
Hargai orang lain;
Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.


DELAPANBELAS.

Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.


SEMBILANBELAS.

Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan
Ambil langkah segera untuk memperbaikinya.


DUAPULUH.

Tersenyumlah saat menerima telepon.
Penelepon akan mendengarnya dari suara anda.



DUAPULUH DUA.

Habiskan waktu sendirian
.

Walking by His Side 11:06 PM

Terinspirasi dr notes seorg kawan :)



I've walked alone for a long time.
Only looking down on the roads.

One day He showed to me at a corner of my ways.

He has pointed the way for me, who had no idea of the right path to go.

And He led me to the way,
holding my hand.

The first time of walking with Him was so joyful
that i walked with delight.

The way, however, was very long.
It was very tiring and my feet hurt.

others seemed to walk easily and fast.

I looked upon Him.
I asked Him to carry me by Himself, but ??

He just walked without saying anything,
holding my hand.

I saw many beautiful things beside my road.

I tried more and more to became free of His hand.
Escaping from Him.

I saw Him getting farther behind me.

I tried not to turn back to see.

And as time goes by, my memory faded away.

I hadm many people who indulged me and rode speed cars.

But the day became darkened.
The bright lights turned off one by one.

Those which made me pleasant were getting stopped.

My feet were so weakened.
It was very hard to walk alone.

I turned my head up.

He was reaching his hands to me.
Silently at the back side of me.

Just as He was at first time.

I'm walking the old way once again.

There would be many hills ahead of that way.
There might be many things that can turn my eyes unto.

But i will not take His hands away anymore.

Because as i know that my hands are bound with Him tightly,
Who is walking with me.



Thanks Lord...

3 Hari Saja 8:46 PM

Dikuatkan berkat e-mail dr seorg kawan :)



Yang pertama: Hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apapun yg telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yg telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan
mengulang kegembiraan yg anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...

Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tdk tau apa yg akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa hari esok.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di hari esok.
Hari esok belum tiba; biarkan saja...


Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
pintu masa depan pun belum terbuka.
Pusatkan saja diri Anda utk hari ini.

Anda dpt mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila Anda mampu memaafkan hari kemarin
dan melepaskan ketakutan akan hari esok.

Hiduplah hari ini.
Masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yg rumit.
Hiduplah apa adanya.
Yg ada hanyalah hari ini, hari ini yg abadi.

Perlakukan setiap org dgn kebaikan hati dan rasa hormat,
meski mereka berlaku buruk kpd Anda.
Cintailah seseorg sepenuh hati hari ini,
krn mungkin esok cerita sudah berganti.

Ingatlah
bahwa Anda menunjukkan pernghargaan kpd org lain
bukan krn siapa mereka
tetapi krn siapakah Anda sendiri.

Jadi, jgn biarkan masa lalu mengekangmu
atau masa depan membuatmu bingung.
Lakukan yg terbaik dgn sepenuh hati
dan lakukan itu SEKARANG JUGA.

Hari Ini Sebelum Kamu Mengeluh 8:40 PM

Dikuatkan berkat e-mail dr seorg kawan :)



Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yg tidak baik,
pikirkan tentang seseorg yg tdk dpt berbicara sama sekali.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
pikirkan tentang seseorg yg tdk punya apapun utk dimakan.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tdk punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorg yg meminta-minta di jalanan.

Hari ini sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorg yg berada pd tingkat yg terburuk dlm hidupnya.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu,
pikirkan tentang seseorg yg memohon kpd Tuhan utk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
pikirkan tentang seseoryg yg meninggal terlalu cepat.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
pikirkan tentang seseoryg yg sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya tdk bisa.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yg kotor krn pembantumu tdk mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang org-org yg tinggal di jalanan dan tdk punya rumah.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentnag jauhnya kamu telah berkendara,
pikirkan tentang seseorg yg menempuh jarak yg sama dgn berjalan kaki.

Hari ini saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
pikirkan tentang pengangguran, org-org cacat yg berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kamu.


Life is a gift.

Live it,
enjoy it,
celebrate it,
and fulfill it!

Penyembuhan bagi Orang Farisi (Seperti Saya) 10:56 PM

Temukan kasih karunia agar hidup tanpa topeng.

1. Saya mengakui bahwa satu-satunya kesenangan yang tak dapat dikurangi adalah menghakimi orang lain.

2. Saya yakin bahwa sarana saya untuk menjadi hebat adalah dengan merendahkan orang lain.

3. Saya sadar bahwa saya merendahkan arti belas kasihan yang sedang diberikan kepada mereka yang, tidak seperti saya, tidak mengupayakan belas kasihan itu sehingga tidak layak mendapatkannya.

4. Saya memutuskan bahwa saya tidak ingin mendapatkan apa yang patut saya dapatkan, dan saya juga tidak ingin orang lain mendapatkannya.

5. Saya akan menghentikan semua upaya untuk menerapkan ajaran dan teguran terhadap orang lain kecuali diri sendiri.

6. Saya siap semua cacat dalam sikap dan karakter ini disingkirkan oleh Tuhan.

7. Saya percaya bahwa saya adalah, dan selalu akan menjadi pakar dalam berbuat dosa.

8. Saya sedang mencermati kehidupan pria-pria dan wanita-wanita terkenal dalam Alkitab yang ternyata adalah orang-orang yang berbuat dosa seperti saya juga.

9. Melalui doa dan renungan, saya secara sadar sedang berupaya menganggap orang lain lebih baik daripada saya.

10. Saya menerima keajaiban sebagai suatu kenyataan yang permanen dan menyenangkan.

11. Saya memutuskan untuk membebaskan diri dari sikap yang tidak tahu berterima kasih.

12. Setelah mengalami kebangunan rohani sebagai akibat dari langkah-langkah tersebut, saya akan mencoba meneruskan pesan ini kepada sesama yang beranggapan bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.



John Fischer

Aku Bertanya kepada Tuhan 4:59 PM

Ditegur dan dikuatkan berkat e-mail dari seorg kawan :)
Ini isinya:

Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak kaya...


Lalu Dia menunjukkan
seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian,
tidak memiliki siapapun untuk berbagi.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak cantik...


Lalu Dia menunjukkan
seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya,
tetapi memiliki karakter yang buruk.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...


Lalu Dia menunjukkan seorang
anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku,
meninggal karena kecelakaan mobil.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak memiliki rumah besar...


Lalu Dia menunjukkan sebuah
keluarga yang beranggotakan 6 orang,

baru saja diusir dari rumah yang kecil
sesak... dan terpaksa tinggal dijalanan.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku harus bekerja...


Lalu Dia menunjukkan
seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun,
karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...


Lalu Dia menunjukkan
seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi
ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa aku tidak pintar...


Lalu Dia menunjukkan
seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena
menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.


Aku bertanya kepada Tuhan,
mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...


Dia lalu menunjukkan Alkitab-Nya.
Dia menunjukkan AnakNya, yang telah
mengambil alih tempatku di Kalvari.


Aku tahu sekarang
betapa besar Ia mengasihiku...


Dan itu
cukup bagitu




I TESALONIKA
5:18


'Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.'

Buat yang Semangatnya Pudar 5:56 PM

Roh Tuhan Allah ada padaku,
oleh karena Tuhan telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara,
dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara,
untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan
dan hari pembalasan Allah kita,
untuk menghibur semua orang berkabung,
untuk mengaruniakan kepada mereka
perhiasan kepala ganti abu,
minyak untuk pesta
ganti kain kabung,
nyanyian puji-pujian,
ganti semangat yang pudar...

Yesaya 61:1-3



Mungkin bakal lebih membantu kalo dibaca pelan-pelan, dgn saksama, dan suara yg keras utk diri sendiri :)



All the love in the world,

MissRainbowSky

People in Life 10:49 PM

Kadang, kalo dipikir-pikir, hal ini bikin bertanya-tanya.
Kenapa aku dilahirkan dlm keluarga yg sekarang,
kenapa aku sekolah/tinggal di lingkungan yg sekarang,
hidup dgn org-org di sekitar kita sekarang,
dan ga berhubungan dgn org-org lain yg ga aku kenal.

Kenapa Tuhan merancangkan hidupku spt ini.

Tp, Tuhan Yesusku memang Tuhan yg sempurna.
Aku bersyukur bgt punya
temen-temen yg selalu peduli dan mendukungku,
guru-guru spt guru-guruku yg aku kenal,
lingkungan dan sekolah tempatku bertumbuh,
semuanya yg Tuhan ijinkan terjadi dlm hidupku.

Walaupun kuakui, menjalani hidup ini ga gampang.
Ada saatnya aku merasa, Tuhan jauh dari aku.
Rancangan-Nya terasa kabur, aku bingung harus gmn.
"Lord, how am I supposed to live my life?"
tapi selalu Tuhan tegur dan kuatkan lagi.

kyk yg di lagu Janji-Mu sperti Fajar:
Ketika kuhadapi kehidupan ini
Jalan mana yg harus kupilih
Kutau ku tak mampu
Kutau ku tak sanggup
Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku

Tuhan mengajariku gmn menjalani hidup ini,
yaitu dgn berserah penuh dan berjalan di jalan-Nya.

Di sisi lain, kadang istilah "rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau"
juga ternyata masih sempet-sempetnya ngendon di pikiran. hahaha.
Harusnya ga boleh gt kan :)


Well, aku barusan ditegur dgn sms ini...

"In life, God doesn't give us the people we want.
Instead, He gives us the people we need.
To teach us,
to hurt us,
to love us,
to grow with us,
and to make us
exactly the way we should be."

very inspiring, huh? :)



All the love in the world,

MissRainbowSky

Gabriella dan Trofi 1:02 AM

Gabriella Dan Trofi
Oleh: Barbara E. Hoffman

Lampu menjadi redup sewaktu volume musik ditingkatkan. Tiga puluh orang anak dengan berbagai bentuk, tinggi badan dan umur sedang menyajikan pertunjukan sendra tari di ruang olahraga sekolah/auditorium. Semua orang tua, kakek-nenek, bibi dan paman di sana. Ratusan di antara mereka mengisi tempat duduk. Ini adalah penampilan pertama cucu perempuan muda saya, Gabriella, di muka umum.

Gabriella berumur dua tahun. Dia muncul di pertunjukan sebagai seekor kelinci berwarna merah jambu dalam cerita "Keripik Binatang di Sop Saya." Dia melakukan bagiannya dengan mengagumkan, sungguhpun telinga kelincinya sudah melorot ke wajahnya selama gerakan atletik yang dilakukannya dan melingkar di lehernya pada seutas karet elastik. Sesudah beberapa kali mencoba memasang kembali telinganya, dia membiarkannya menggantung seperti sebuah anting. Gerakannya ditutup oleh sebuah koor dari barisan anggota dunia hewan.

Dua jam lewat, dan pertunjukan ditutup. Tiga puluh orang anak dan remaja dijejerkan di panggung, yang berumur dua dan tiga tahun di muka dan yang enam belas tahun di belakang, dengan umur lain mengisi tempat di antaranya - untuk penilaian akhir dan pemberian trofi.

Kelinci merah jambu dengan telinga dipegang di tangan kiri melangkah keluar dari barisan, menyeberang ke panggung depan dan dengan diam-diam berdiri di depan meja presenter yang terdapat trofi-trofi. Tangan kanannya terulur ke atas ke arah trofi, tetapi masih tidak sampai sekitar dua inchi dari dasar meja tofi. Namun presenter nampak benar-benar tak sadar akan adanya kelinci merah jambu yang diam-diam berada tepat di bawah tatapannya.

Sewaktu dia membaca nama yang terdapat di trofi, seorang wanita muda menyeruak dari kelompoknya dan mengambil trofi melewati kepala kelinci merah jambu yang masih berdiri dengan tangan diulurkan, menunggu untuk menerima trofi pada giliran berikutnya.

Di sini dimulailah kejadian yang paling menakjubkan dari sebuah kelompok tari dinamis yang pernah saya saksikan, yang dilakukan oleh anak berumur dua tahun yang dalam diamnya - yang menyatukan ratusan orang di tempat itu selama sekitar sepuluh menit.

Getaran jiwa memacu tarikan nafas kelinci merah jambu saat masing-masing trofi melewati tangannya yang terulur. Dengan kesabaran yang teguh dan kepastian, dia menunggu.

Sepuluh nama dibacakan dan sepuluh trofi sudah dibagikan. Sungguhpun begitu dia tetap menunggu dengan tangan bertahan terulur tinggi.

Di sekitar bilangan trofi ke dua puluh, perjuangan seekor kelinci merah jambu mulai terbaca dari bahasa tubuhnya oleh hadirin yang sangat bersimpati. Mata kelinci melorot ke telinga karena tangannya dipakai untuk menahan tangan yang lainnya dan suatu saat wajahnya tertunduk.

Dalam diam saya berkata dalam hati... "Tidak, tidak, Tidak ada yang perlu dilakukan terhadap telingamu yang lepas. Kamu tidak gagal. Kamu pasti dapat trofi. Bertahanlah!"

Pengumuman presenter dilanjutkan, dan ekspresi wajah kelinci berubah menjadi jengkel. Kedua tangannya menutup bibirnya, bibir bawahnya mencibir, wajah kecilnya miring ke atas sampai sudut yang paling ekstrim, tetapi tetap tak ada trofi.

'Seekor' kera berumur dua tahun dari kelompok tarian yang sama bergabung dengan kelinci di panggung sebelah kanan dan berbicara dengan berbisik. Mata kelinci dan kera memandang dari kotak trofi itu kepada presenter... berbisiknya menjadi lebih seru. Hadirin menambahkan kata di pikiran mereka terhadap pemandangan yang ada di panggung.

Si kera berbisik keras, "Kamu bisa menjatuhkan dia (presenter) pada kakinya, dan aku bisa mengambil dua trofi, melompat ke depan panggung dan lari ke luar dari pintu belakang."

Sekarang, hadirin tertawa terbahak-bahak, beberapa mengentak lantai seolah-olah untuk memaksakan gelak tawa lebih cepat. Beberapa orang memegang perut untuk mencegah gelak tawa menyembur keluar dan mengusap air mata yang mengalir di pipi.

Sesudah mempertimbangkan rencana itu, kelinci merah jambu menggeleng-gelengkan kepala, "bukan" - dan rencana dibuang. Kera mundur kembali ke barisannya dan hadirin kembali tenang di tempat duduk mereka.

Dengan alasan yang tidak jelas, presenter terus mengabaikan kelinci merah jambu yang ada di depannya.

Dua puluh tiga trofi sudah dibagikan dan masih belum ada trofi untuk Gabriella.

Kelinci memperlihatkan tanda putus asa; matanya sayu, bibir bawahnya bergetar.

Lagi, ada gelombang dorongan diam dari hadirin yang melewati panggung, dan beberapa berbisik... "Jangan menyerah"... dan "giliranmu pasti datang."

Kelinci membuat keputusan.

Dia masih berdiri di depan lutut presenter. Mukanya menengadah dengan pengharapan dan secara perlahan tangannya terulur ke atas seperti yang telah dilakukannya dari menit pertama sampai ke dua puluh. Suara-suara hadirin gemuruh terdengar, seperti sebuah dengungan raksasa.

Akhirnya ... trofi kedua puluh sembilan adalah untuk Gabriella.

Saat diberikan ke tangan kelinci merah jambu, seluruh hadirin berdiri dan bersorak dengan suara yang sangat keras, sangat lama - sebuah sambutan yang paling emosional di malam itu. Sambutan untuk yang anak berumur dua tahun dengan baju kelinci yang memberikan pelajaran tentang kepercayaan, kebulatan tekad dan kesabaran.


http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/r/c1708.shtml

Anak Kecil Penjual Kue 1:00 AM

Anak Kecil Penjual Kue
Oleh: Tidak Diketahui

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?"

Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan".

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang".

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.

"Pak mau beli kue saya?"

Pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.

"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?"

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu dirumah ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang kerumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja dihadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang, dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang kerumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.


http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/a/c10.shtml

Kembalikan Tanganku... 10:43 PM

Cerita ini mengingatkanku, sungguh, betapa kasih adalah yg utama dlm hidup ini...



Kisah ini bermula ketika sepasang suami-istri, atau dalam cerita ini bapak-ibu atau ayah-bunda atau papa-mama atau papi-mami, hidup bersama anak kecilnya serta seorang pembantu di rumah. Pasangan ini setiap hari selalu sibuk bekerja dan tidak pernah meluangkan waktu untuk anak kecil mereka yang baru berusia 3 tahun. Si kecil ini hanya dibiarkan di tangan pembantu sepanjang hari.

Suatu hari, ketika sang pembantu sedang sibuk di dapur dan pasutri ini sibuk dengan urusan masing-masing di luar rumah, anak kecil ini bermain-main sendiri. Entah dari mana, dia mendapatkan sebuah paku yg berkarat. Seolah mendapat mainan baru dan terangsang daya kreativitasnya, dia mulai menggores-goreskan paku itu di atas lantai. Namun karena lantai rumah mereka berbahan dasar keramik, maka goresan itu tidak cukup "memuaskan" mata anak kecil ini.

Larilah dia ke garasi. Di sana, terparkir mobil keluarga mereka yang baru berusia sekitar 1 thn. Seolah memperoleh secercah harapan, dia berlari dan mulai "menggambar" di badan mobil itu. Mula-mula pintu kanan, kemudian pintu kiri, depan, belakang hingga semua penuh. Puas dengan hasil karyanya, dia kembali ke dalam kamarnya.

Tak lama kemudian, pulanglah pasutri ini ke rumah. Ketika sampai di garasi, mulut mereka ternganga melihat mobil ini. Papa segera berteriak-teriak dengan emosi tidak terkendali. Mama hanya diam saja, tak mampu berkata-kata. Lalu keluarlah sang anak, dengan mata berbinar-binar dan perasaan harap-harap ingin dipuji, "Papa... Bagus kan gambarku?" Papa yang darahnya masih di ubun-ubun tanpa pikir panjang segera mengambil benda apapun yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya. Benda itu adalah sebuah ranting kayu kecil, yang dipukul-pukulkannya ke tangan anak kecil itu.

Anak kecil yang tidak mengerti apa-apa itu terus menangis dan berteriak-teriak mohon ampun. Papa tidak mau mendengar, dan terus memukuli anak kecilnya. Mama tetap diam saja. Hingga akhirnya pembantu keluar dan menggendong si anak kecil masuk ke dalam kamarnya. Saat malam tiba, suhu badan anak kecil itu terus naik. Badannya menggigil dan biru lebam di sana-sini. Pembantu melaporkan hal ini ke sang Papa, namun sang Papa tetap berkeras dan Mama tetap diam saja. Tidak ada yang menyentuh, memeluk, maupun sekadar menghampiri anak ini di tempat tidur pembantunya.

Pembantu itu terus merawat si anak kecil dengan diliputi perasaan harap-harap cemas akan kesembuhan anak ini. Setelah beberapa hari berlalu, kondisi anak ini semakin memburuk. Papa dan Mama akhirnya memutuskan membawanya ke rumah sakit. Sampai di sana, dokter berkata bahwa tidak ada cara lain untuk menyembuhkan anak ini, selain mengamputasi kedua tangannya.

Seraya menangis, si anak kecil kembali berkata, "Papa, aku minta ampun... Aku janji nggak akan ngulangi lagi... Aku nggak akan nakal lagi... Tapi kembalikan tanganku..."





Rev. Buby Ticoalu
KPR, Minggu, 16 November 2008
GKA Elyon Pusat Surabaya

Amazing Grace 11:49 PM

Book of Life 11:35 PM

Papaku Seorang Buruh 9:36 PM

Aku bukan orang yang suka menguping pembicaraan orang lain.
Tapi pada suaru malam, sewaktu aku melintasi halam rumah kami, aku ternyata melakukannya.
Istriku sedang berbicara pada anak bungsu kami selagi ia duduk di lantai dapur.
Jadi aku berhenti untuk mendengarkan di luar pintu belakang.

Sepertinya ia mendengar beberapa anak menyombongkan pekerjaan ayah mereka.
Bahwa semuanya para eksekutif hebat ... lalu mereka bertanya pada Bob, anak kami,
"Papamu memiliki karier bagus macam apa?" mulailah mereka bertanya.
Bob menggumam perlahan sambil memalingkan muka,
"Ia hanya seorang buruh."

Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pergi,
lalu memanggil masuk putra kami.
Katanya, "Mama ingin bicara sama kamu, Nak"
seraya mencium pipinya yang berlesung pipit.

"Kamu bilang, papamu hanya seorang buruh,
dan apa yang kamu katakan itu betul.
Tapi Mama ragu, apakah kamu tahu apa artinya yang sebenarnya,
jadi Mama akan menjelaskan padamu."

"Dalam sebuah industri yang membuat negeri kita hebat
Dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari ...
Setiap kali kamu melihat rumah baru dibangun,
ingatlah, anakku.
Diperlukan seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"

"Memang benar--para eksekutif hebat punya meja bagus dan selalu rapi sepanjang hari.
Mereka merencanakan proyek besar untuk diselesaikan ...
dan mengirim memo untuk disampaikan.
Tapi untuk mengubah impian mereka menjadi kenyataan,
ingatlah ini, anakku.
Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"

"Kalau semua bos meninggalkan meja meraka dan libur selama setahun,
roda industri masih bisa berjalan--berputar dengan cepat.
Jika orang seperti papamu berhenti bekerja, industri itu tak bisa berjalan.
Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"

Aku menelan air mata dan berdeham saat memasuki pintu.
Mata putra kecilku bersinar gembira saat ia melompat dari lantai.
Ia memelukku sambil berkata, "Hai, Pa, aku bangga jadi anak Papa ...
Karena Papa adalah satu dari orang-orang istimewa
yang menyelesaikan pekerjaan besar
."



Ed Peterman
A 3rd Serving of Chicken Soup for the Soul

Never Give Up 8:10 PM

  • Saat Chicken Soup for the Soul ditulis, buku itu telah ditolak oleh 33 penerbit sebelum Health Communications bersedia menerbitkannya. Semua penerbit besar New York mengatakan, "Isinya terlalu baik-baik" dan "Tak ada yang ingin membaca buku berisa cerita pendek-pendek." Sejak saat itu, lebih dari 7 juta kopi Chicken Soup for the Soul, A 2nd Helping of Chicken Soup for the Soul dan Chicken Soup for the Soul Cookbook telah dijual di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 20 bahasa.
  • Instruktur ski Pete Seibert dianggap gila saat pertama kali mengutarakan impiannya untuk mendirikan sebuah resor ski. Ketika berdiri di puncah sebuah gunung di Gore Range di Colorado, Seibert menggambarkan impian yang dibawanya sejak usia 12 tahun, dan memulai tantangan untuk meyakinkan orang lain bahwa impiannya itu dapat dilaksanakan. Impian Seibert sekarang menjadi kenyataan yang disebut: vail.
  • Dr. Ignatius Piazza muda, ketika baru lulus dari sekolah kiropraktis, ingin membuka praktek di daerah indah Monterey Bay di California. Ia diberi tahu oleh masyarakat kiropraktis lokal bahwa daerah itu sudah kebanyakan ahli kiropraktis dan di situ tidak ada cukup banyak calon pasien untuk mendukung adanya praktek lain. Dalam 4 bulan berikutnya, Piazza menghabiskan 10 jam sehari mengunjungi rumah demi rumah dan memperkenalkan dirinya sebagai dokter kiropraktis di kota itu. Ia mengetuk 12,500 pintu rumah, berbicara pada 6,500 orang, dan mengundang mereka untuk datang pada acara open house-nya yang akan datang. Sebagai hasil ketabahan dan pengabdiannya, selama bulan pertama praktek, ia menerima 233 pasien baru dan memperoleh pendapatan rekor untuk jangka waktu itu, yaitu $72,000 dalam sebulan!
  • Pada tahun pertama bisnisnya, perusahaan Coca Cola hanya menjual 400 botol.
  • Megabintang bola basket Michael Jordan pernah disisihkan dari regu bola basketnya saat di SMU.
  • Pada usia 17, Wayne Gretzky adalah seorang atlet luar biasa yang berniat meniti karier dalam sepak bola atau hoki. Cinta pertamanya adalah hoki, tapi waktu ia mencoba masuk dunia profesional, ia diberi tahu, "Badanmu kurang berat. Hanya 80 kg, kamu lebih ringan 20 kg dari pemain rata-rata. Kamu tak akan mampu bermain di lapangan."
  • Sheila Holzworth kehilangan penglihatannya pada usia 10 tahun. Helm ortodontik yang dipasang pada kerangka besi tubuhnya patah dan menusuk matanya. Meskipun buta, ia menjadi atlet yang dikenal secara internasional, yang prestasinya termasuk mendaki puncak es Mount Rainier pada tahun 1981.
  • Rafer Johnson, juara dasalomba, dilahirkan dengan kaki cacat.
  • Buku anak-anak pertama karya Dr. Seuss, And to Think that I Saw It on Mulberry Street, ditolak oleh 27 penerbit. Penerbit ke-28, Vanguard Press, menjual 6 juta kopi buku tersebut.
  • Richard Bach hanya mengikuti setahun masa kuliah, lalu berlatih menjadi polit jet-fighter AU. 20 bulan setelah meraih lencananya pada tanggal 7 November 1988, ia berhenti. Lalu, ia menjadi editor sebuah majalah penerbangan yang kemudian bangkrut. Hidupnya terus-menerus mengalami kegagalan. Bahkan saat ia menulis Jonathan Livingston Seagull, ia tak dapat memikirkan akhir ceritanya. Naskah itu dibiarkannya tergeletak selama 8 tahun sebelum ia memutuskan bagaimana cara mengakhiri cerita itu--dan ternyata ditolak oleh 18 penerbit. Tapi, setelah akhirnya naskah itu diterbitkan, buku tersebut terjual sebanyak 7 juta kopi dalam berbagai bahasa dan membuat Richard Bach menjadi penulis yang dikenal dan dihormati secara internasional.
  • Penulis William Kennedy telah menulis beberapa naskah, semuanya ditolak oleh berbagai penerbit, sebelm "sukses mendadak"nya dengan novelnya Ironweed, yang ditolak oleh 13 penerbit sebelum akhirnya diterima untuk diterbitkan.
  • Pada tahun 1935, ulasan New York Herald Tribune tentang karya klasik George Gershwin, Porgy and Bess (ini merupakan salah satu karya terbaik Gershwin yang terkenal di seluruh dunia, Red.), menyatakan bahwa karya itu adalah "Benar-benar sampah."
  • Pada tahun 1902, editor puisi Atlantic Monthly mengembalikan puisi tersebut milik penyair berusia 28 tahun dengan catatan berikut: "Majalah kami tak punya tempat untuk bait-bait Anda yang terlalu bertenaga." Penyair tersebut adalah Robert Frost.
  • Pada tahun 1889, Rudyard Kipling menerima surat penolakan berikut dari San Francisco Examiner: "Maaf, Pak Kipling, tapi Bapak tak tahu bagaimana menggunakan bahasa Inggris."
  • Alex Haley menerima surat penolakan seminggu sekali selama empat tahun sebagai penulis pemula. Dalam perjalanan kariernya, Alex hampir putus asa kan bukunya Roots dan dirinya. Setelah selama sembilan tahun mengerjakan proyek tersebut, ia merasa tak cakap mengerjakannya dan hampir meloncat dari kapal barang di tengah Samudra Pasifik. Saat ia berdiri di buritan kapal, memperhatikan jejak kapal dan bersiap meloncat ke laut, ia mendengar suara semua nenek moyangnya yang berkata, "Lakukanlah apa yang harus kamu lakukan karena mereka semua ada di atas mengawasimu. Jangan menyerah. Kamu pasti bisa. Kami mengandalkan dirimu!" Dalam minggu-minggu berikutnya, naskah terakhir Roots mengalir ke luar dari dalam dirinya.
  • John Bunyan menulis Pilgrim's Progress selagi meringkuk dalam sel penjara Bedford akibat pandangannya tentang agama; Sir Walter Raleigh menulis History of the World selama dipenjara 13 tahun; Martin Luther menerjemahkan Alkitab saat dikurung di Puri Wartburg.

Salah satu rahasia sukses adalah menolak membiarkan kemunduran sementara mengalahkan kita.
-Mary Kay



A 3rd serving of Chicken Soup for the Soul

An Athlete's Prayer 7:54 PM

It was right before the big one and the football player said,
"Excuse me guys for just a sec while I go bow my head."
And in the quiet of that room
The football prayer prayed,
"Oh God, if nothing hear me now
I know that fate is made."

"So help us Lord to win this game,
It's the big one, man, You see,
If we lose this game that is for us,
Please do this, Lord, for me."

And as his body knelt in prayer,
He looked up to the sky,
"And while I'm here, and have some time,
I need to ask You: why?"

"They say You never help teams win,
Just do it once I pray,
We will pay You back in kinder deeds
Or in another way."

"The reason I can't help you win,"
The Lord just then replied,
"Is as you're asking me to win,
So is the other side."

"I'm everybody's Father and
I must not take on side,
So games are played all on your own
Or they would all be tied."

"But that doesn't mean you shouldn't pray,"
He answered him with care,
"You can pray that players don't get hurt
And that all the calls are fair."

"And then I won't just watch the game,
I'll bless it with my care,
Because dear son you need to learn
That life's not always fair."

And while the player heard this voice,
He bowed his head in prayer,
"I pray for fairness," said the boy
"And for Your tender care."

"You shall be blessed," the Lord replied,
"Your team and you the same,
And now will You excuse me, boy,
I can not miss this game."



Sandy Dow Mapula
Chicken Soup for The Teenage Soul II

Sediakan Waktu 7:36 PM

Sediakan waktu untuk berpikir,
itulah sumber kejernihan.

Sediakan waktu untuk bermain dan bersantai,
itulah rahasia awet muda.

Sediakan waktu untuk membaca,
itulah landasan kebijaksanaan.

Sediakan waktu untuk berteman,
itulah jalan menuju hidup bermakna.

Sediakan watu untuk bermimpi,
itulah yang membuat anda ke bintang.

Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai,
itulah hak istimewa dari Tuhan.

Sediakan waktu untuk melihat sekeliling,
waktu Anda terlalu singkat untuk hidup dalam dunia Anda sendiri.

Sediakan waktu untuk tertawa,
itulah musik bagi jiwa.

Sediakan waktu bersama keluarga,
itulah mutiara paling indah.

Sediakan waktu pribadi untuk duduk di dekat kaki Tuhan,
itulah sumber kekuatan.



Renungan Harian, Sabtu, 18 Oktober 2008