About Me
FollowersHTML/JavaScript |
Labels
|
kupu-kupu :)
your life is a choice--what would you choose?
| Pendeta dan Wanita | 9:54 PM |
|
Filed under:
renungan
|
|
Suatu hari, seorang pendeta dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yg tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk dan tak berdaya utk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tsb. Beberapa saat kemudian, wanita itu menulis puisi spt ini:
Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi utk membicarakan kelaparan saya.
Saya terpenjara ...
dan Anda menyelinap ke kapel utk berdoa bagi kebebasan saya.
Saya telanjang ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya.
Saya sakit ...
dan Anda berlutu menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda.
Saya tidak punya tempat berteduh ...
dan Anda berkhotbah tentang Allah sbg tempat perteduhan abadi.
Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian utk berdoa.
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah;
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian dan kedinginan ...
Puisi ini barangkali membuat wajah kita merah.
Namun bagaimana isi hati Anda yg sesungguhnya, hanya Andalah yg tau.
Tidak perlu memberitau org lain, hanya renungkan sendiri :)
Renungan Harian, 21 Januari 2009

0 comments:
Post a Comment