kupu-kupu :)

your life is a choice--what would you choose?

Kembalikan Tanganku... 10:43 PM

Cerita ini mengingatkanku, sungguh, betapa kasih adalah yg utama dlm hidup ini...



Kisah ini bermula ketika sepasang suami-istri, atau dalam cerita ini bapak-ibu atau ayah-bunda atau papa-mama atau papi-mami, hidup bersama anak kecilnya serta seorang pembantu di rumah. Pasangan ini setiap hari selalu sibuk bekerja dan tidak pernah meluangkan waktu untuk anak kecil mereka yang baru berusia 3 tahun. Si kecil ini hanya dibiarkan di tangan pembantu sepanjang hari.

Suatu hari, ketika sang pembantu sedang sibuk di dapur dan pasutri ini sibuk dengan urusan masing-masing di luar rumah, anak kecil ini bermain-main sendiri. Entah dari mana, dia mendapatkan sebuah paku yg berkarat. Seolah mendapat mainan baru dan terangsang daya kreativitasnya, dia mulai menggores-goreskan paku itu di atas lantai. Namun karena lantai rumah mereka berbahan dasar keramik, maka goresan itu tidak cukup "memuaskan" mata anak kecil ini.

Larilah dia ke garasi. Di sana, terparkir mobil keluarga mereka yang baru berusia sekitar 1 thn. Seolah memperoleh secercah harapan, dia berlari dan mulai "menggambar" di badan mobil itu. Mula-mula pintu kanan, kemudian pintu kiri, depan, belakang hingga semua penuh. Puas dengan hasil karyanya, dia kembali ke dalam kamarnya.

Tak lama kemudian, pulanglah pasutri ini ke rumah. Ketika sampai di garasi, mulut mereka ternganga melihat mobil ini. Papa segera berteriak-teriak dengan emosi tidak terkendali. Mama hanya diam saja, tak mampu berkata-kata. Lalu keluarlah sang anak, dengan mata berbinar-binar dan perasaan harap-harap ingin dipuji, "Papa... Bagus kan gambarku?" Papa yang darahnya masih di ubun-ubun tanpa pikir panjang segera mengambil benda apapun yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya. Benda itu adalah sebuah ranting kayu kecil, yang dipukul-pukulkannya ke tangan anak kecil itu.

Anak kecil yang tidak mengerti apa-apa itu terus menangis dan berteriak-teriak mohon ampun. Papa tidak mau mendengar, dan terus memukuli anak kecilnya. Mama tetap diam saja. Hingga akhirnya pembantu keluar dan menggendong si anak kecil masuk ke dalam kamarnya. Saat malam tiba, suhu badan anak kecil itu terus naik. Badannya menggigil dan biru lebam di sana-sini. Pembantu melaporkan hal ini ke sang Papa, namun sang Papa tetap berkeras dan Mama tetap diam saja. Tidak ada yang menyentuh, memeluk, maupun sekadar menghampiri anak ini di tempat tidur pembantunya.

Pembantu itu terus merawat si anak kecil dengan diliputi perasaan harap-harap cemas akan kesembuhan anak ini. Setelah beberapa hari berlalu, kondisi anak ini semakin memburuk. Papa dan Mama akhirnya memutuskan membawanya ke rumah sakit. Sampai di sana, dokter berkata bahwa tidak ada cara lain untuk menyembuhkan anak ini, selain mengamputasi kedua tangannya.

Seraya menangis, si anak kecil kembali berkata, "Papa, aku minta ampun... Aku janji nggak akan ngulangi lagi... Aku nggak akan nakal lagi... Tapi kembalikan tanganku..."





Rev. Buby Ticoalu
KPR, Minggu, 16 November 2008
GKA Elyon Pusat Surabaya

2 comments:

peter said...

didik anak koq kasar'e sih...
Matius
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Kolose 3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Yakobus 1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

ms.eunice™ said...

itu bkn ndidik dehh rasae.
MELAMPIASKAN EMOSI dgn cara childish sekali dan akibatnya.. FATAL =.=

Post a Comment