About Me
FollowersHTML/JavaScript |
Labels
|
kupu-kupu :)
your life is a choice--what would you choose?
| Papaku Seorang Buruh | 9:36 PM |
|
Filed under:
renungan
|
|
Aku bukan orang yang suka menguping pembicaraan orang lain.
Tapi pada suaru malam, sewaktu aku melintasi halam rumah kami, aku ternyata melakukannya.
Istriku sedang berbicara pada anak bungsu kami selagi ia duduk di lantai dapur.
Jadi aku berhenti untuk mendengarkan di luar pintu belakang.
Sepertinya ia mendengar beberapa anak menyombongkan pekerjaan ayah mereka.
Bahwa semuanya para eksekutif hebat ... lalu mereka bertanya pada Bob, anak kami,
"Papamu memiliki karier bagus macam apa?" mulailah mereka bertanya.
Bob menggumam perlahan sambil memalingkan muka,
"Ia hanya seorang buruh."
Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pergi,
lalu memanggil masuk putra kami.
Katanya, "Mama ingin bicara sama kamu, Nak"
seraya mencium pipinya yang berlesung pipit.
"Kamu bilang, papamu hanya seorang buruh,
dan apa yang kamu katakan itu betul.
Tapi Mama ragu, apakah kamu tahu apa artinya yang sebenarnya,
jadi Mama akan menjelaskan padamu."
"Dalam sebuah industri yang membuat negeri kita hebat
Dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari ...
Setiap kali kamu melihat rumah baru dibangun,
ingatlah, anakku.
Diperlukan seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"
"Memang benar--para eksekutif hebat punya meja bagus dan selalu rapi sepanjang hari.
Mereka merencanakan proyek besar untuk diselesaikan ...
dan mengirim memo untuk disampaikan.
Tapi untuk mengubah impian mereka menjadi kenyataan,
ingatlah ini, anakku.
Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"
"Kalau semua bos meninggalkan meja meraka dan libur selama setahun,
roda industri masih bisa berjalan--berputar dengan cepat.
Jika orang seperti papamu berhenti bekerja, industri itu tak bisa berjalan.
Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"
Aku menelan air mata dan berdeham saat memasuki pintu.
Mata putra kecilku bersinar gembira saat ia melompat dari lantai.
Ia memelukku sambil berkata, "Hai, Pa, aku bangga jadi anak Papa ...
Karena Papa adalah satu dari orang-orang istimewa
yang menyelesaikan pekerjaan besar."
Ed Peterman
A 3rd Serving of Chicken Soup for the Soul

5 comments:
y, stiap org punya bagian masing2..
bayangkan klo tdk ada tukang sapu, tukang angkut sampah, petani, gmn jadinya suatu negara..?
Even the smallest things can make the whole difference... which means, we only need a tiny mistake to destroy the whole thing hohoho...
yahh.... itulah hidup, mau gak mau kita harus ngakuin keadaan yang sebenarnya ya toohh...hehe...
walopun kita pengen nutupin, tpai suatu saat pasti kebuka juga....
xixixi....
=P
the point is:
aku tetep bangga mb papaku :)
Post a Comment